Jembatan Alalak 1 /Jembatan Basit ( Doc.Pribadi )
JELAJAH KALIMANTAN , Banjarmasin - Jembatan alalak 1 atau yang biasa dikenal dengan nama Jembatan Basit adalah jembatan pertama yang menggunakan model kabel Stayed dan melengkung , jembatan ini membentang di kawasan Kayu Tangi , Banjarmasin hingga Handil Bakti Kabupaten Batola
Pada malam hari Jembatan Basit ini akan terlihat indah karena ditaburi cahaya lampu warna - warni yang membuat jembatan ini menjadi semakin menarik dan ikonik, Jembatan Basit ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 21 Oktober 2021 dan terus menjadi akses utama warga Banjarmasin dan Handil Bakti.
Dalam Pembangunan nya Jembatan Basit ini menyerap anggaran negara sebesar ratusan miliar yang sumber nya dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) , salah satu sumber pembiayaan yang digunakan adalah Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN )
Dilansir dari Wikipedia, Pembangunan Jembatan Sei Alalak ini menghabiskan dana sebesar Rp 278,4 milyar namun hal ini segera dikoreksi oleh walikota Banjarmasin , Ibnu Sina yang mengatakan bahwa biaya tersebut belum termasuk kedalam biaya pembebasan lahan sebesar Rp 40 milyar sehingga total keseluruhan pembangunan jembatan ini sebesar Rp 318 milyar
Jembatan Alalak 1 ini menggunakan Cable Stayed Pylon Asimetrik dengan struktur melengkung , agar tahan gempa dan mampu bertahan hingga 100 tahun lamanya , jembatan ini dibangun oleh kontraktor PT.Wijaya Karya - Pandji dan didesain oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.
Selama pembangunannya jembatan ini membutuhkan waktu selama 3 tahun , jadi akses warga di alihkan ke jalur alternatif yakni di jembatan Sei Alalak 2 , jembatan alalak 1 ini mulai dibangun pada tahun 2018 dan selesai pada September 2021 , dan pernah uji kelayakan beban yang melibatkan 32 truk dengan masing - masing seberat 24 ton
0 Komentar